Wednesday, 23 November 2011

How much time you've gave to your love?

One day, there's a son asked to his father, “Dad, how much you earn in one hour?”
Heard this question his daddy angry and said loudly, “Don't bother me!”
Daddy just from his office tiredness and gloomy. But his son was so tenacious with his question, “Please answer dad, how much you earn!”
Heard that unpleasant voice, he answered, “eight dollars per hour”
His son asked again, “Dad, may I borrow 4 dollars?”
“I've said, don't bother me! Shut up and get to your room!”said the daddy.
Meddle in bed time, daddy's feeling getting calm. He was sorry for his bad manner, then he went to up stairs to his son's room.
“Are you sleeping?”asked daddy.
Then he gave 4 dollars which his son was borrowed. His son said thanks, then he inserted his hand under pillow and took 4 rumpled dollars. “Now I have 8 dollars! Dad, may I buy just one hour from your time?”



Monday, 21 November 2011

If...

alright....

I'm watching Malaysia vs Indonesia on football game in GBK now, but my head keep thinking about something  wedge.

I don't know why this thing can stay in my mind along this day. And after saw a beautiful moment between my father and his wife this night (they do in every night, actually), I feel like... 

Alone.

So, this is that thing I always thinking about this day:

If I had a boyfriend on my 17th birthday...

So that's it. Those nine words still keep in my mind. 
It doesn't mean anything, actually. But, I never had a boyfriend on my birthday. So I just...

One thing : My 17th birthday will not happen in my senior high school time. fufufu. It will happen exactly on my long holiday after my graduation of my senior high. haaaah.

My 17th birthday happen on a time where every my beloved friends going to out of town, looking for some luck to a better future, go to college, be independent and better human, and leave me alone.

Well, seems like I don't have to worried about 'loneliness' cause it already be my friend on everynight. hmm. 

But...

Yeah, I was thinking that "17th is a fool. Why is everybody worried about that? Why there's must be a big party to celebrate it?"

But I just know that... 17th is mean that somebody is going to make various problems and serious decisions. And for me, that serious decision is : where I want to go and what I wanna be. 

To make a hard decision and to carry that decision out to a real life, I guess I should have a partner. A very right partner just to give me some yells just like, "I'm here.." or "you can do it, trust me." and 
anything else.

Well, everyone can give those yells to me. Even if right now, or even if in my 17th birthday, and even if in everyday of my life. But it's true there is a big different when your friends or your acquaintance saying those yells compared with your special one. 

I'm not trying to changes our subject but suddenly my head dizzy and I feel sleepy, so..

Good night.
just, forget about this post. It's very useless. 

Sunday, 20 November 2011

Renegade, Paramore

The grass wasn't green enough here
After watering it with my tears
I'm not sure where you went
Now we are, just past tense
The snakes, they are slithering in
Chasing me to my end
I can't say where that is
I'm running again

Oh, when I get there
It won't be far enough
I'm a renegade
It's in my blood
If ever I get there
It won't be fast enough
I'm a renegade
I always was

Well, your spark never lit up the fire
Though we tried and tried and tried
The wind came through your lungs
A hurricane from your tongue
I'll keep your secrets with me
Right behind my teeth
The anger, the anchor
I'll sail much further on
Ah, ah, on
Oh, when I get there
it won't be far enough
I'm a renegade
It's in my blood
If ever I get there
It won't be fast enough
I'm a renegade
I always was

I'll keep running
I'll keep running again
keep running
I'll keep running
running, running
Keep running, running
running

Oh, when I get there
it won't be far enough
I'm a renegade
It's in my blood
If ever I get there
It won't be fast enough
I'm a renegade
It's in my blood

I'm a renegade
I always was

Saturday, 12 November 2011

STOP PEMBANTAIAN ORANG UTAN!



Sumpah demi apa gue benci denger tuh judul!
Akhir-akhir ini merebaknya berita tentang pembantaian orang hutan di televisi. Pembantaian yang terjadi di Kalimantan Timur itu, ternyata sudah terjadi dari beberapa tahun silam. Hal ini terbukti dengan ditemukannya tulang belulang orang hutan yang ditemukan di desa-desa ataupun pelosok-pelosok hutan di daerah tersebut.

Bukan hanya orang utan yang dibantai, namun hutan kita juga dibantai. Pembalakan ini bertujuan untuk membangun lahan kelapa sawit. Hal ini tentu saja memprihatinkan, karena seharusnya orang utan dilindungi, bukan dibantai! *nepuk meja kuat-kuat* *nangis kesakitan*

Orang utan memang hewan, tapi mereka punya perasaan, sama seperti kita. Bayangkan saja kalau rumah kita tiba-tiba diambil secara paksa, dan kemudian kita dibantai. Marah? Kesal? Benci? Kalau kita mungkin udah kita hajar balik deh mereka. Tapi yang namanya orang utan lawan manusia, mereka tuh gak berdaya, guyss!!! Ngucaaappp….
Hal yang lebih menyedihkan lagi, yang membantai orang-orang utan ini adalah warga sekitar. Mereka terdorong oleh tawaran uang dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. DASAR MATA DUITAN! COBA MEREKA YANG JADI ORANG UTANNYAA!!!! *sabar dep, sabarrr*
Untuk seekor orang utan yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup atau mati diberi upah Rp 1 juta. Harga tersebut paling tinggi dibanding bekantan dan kera. *JADI BEKANTAN DAN KERA KENA BANTAI JUGA?!!!* Saat menagih pembayaran ke perusahaan, warga menyertakan foto yang menggambarkan berapa banyak orang utan yang ditangkap sebagai bukti.
Pembantaian terhadap orang utan serta hewan lainnya dilakukan karena hewan-hewan tersebut dituding sebagai hama pengganggu usaha perkebunan kelapa sawit. Padahal orang utan tergolong hewan mamalia yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Orang utan juga ditetapkan sebagai hewan yang terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hingga sekarang tercatat sudah 1.200 hingga 2.400 telah terbunuh.
Hal ini tentu saja menyedihkan, karena seharusnya yang bertindak untuk melindungi orang utan adalah masyarakat sekitar. Tapi malah masyarakat sekitarlah yang membantai orang utan tersebut. Ternyata kesadaran masyarakat terhadap jiwa dan keselamatan makhluk hidup lainnya seperti orang utan sangatlah rendah.  
DAAMNNN!!!
SEJAK KAPAN ORANG UTAN JADI HAMA??!!!
SUMPAH DEMI APA GUE GERAAAAMM!!!
*tarik nafas, hembuskan… tarik nafas hembuskan… tarik nafaaaaass….. tahan tahan tahan tahan tahan.. pingsan*
Satu hal ya, gue emang gak bisa apa-apa. Biasanya ngomong doang di blog tentang betapa gemasnya gue dengan orang-orang biadab dan berprilaku iblis terhadap orang utan. Ya Tuhan, coba lo bayangin elo yang jadi orang utannya! Anak lo dibunuh, bokap lo dibunuh, seluruh keluarga lo dibunuh dan lo tinggal nunggu giliran aja. Gimana rasanya? SAKIT! Dan elo dibunuh demi KELAPA SAWIT!
Lahan kelapa sawit kan udah banyak, ngapain pake perluas lagi coba?! Di Kalimantan lagi! kalimantan itu kan terkenal dengan luasnya hutan yang ia punya. Dan sekarang? Habis sudaaaah…
Gak tau lagi deh mesti ngomong apa. Lo cari aja sendiri berita tentang pembantaian orang utan di Google atau Youtube. Gue nggak tega liatnya. Hancur rasanya. *gue serius* *emang lebai, tapi gue serius* *kalo lo ada di depan gue, tatap mata gue dalam-dalam dan lo akan ketemu rasa benci gue yang sedalem-dalemnya* *lebai sumpah* *abaikan*
Gue emang gak bisa apa-apa. Gue cewek. Mungkin-mungkin aja sih gue terbang ke Kalimantan dan ikut berpartisipasi dalam gerakan perlindungan orang utan disana. Tapi gue masih anak sekolahan, gue juga belum bisa apa-apa, dan yang paling penting: gue gak punya duit. Gue juga gak kenal siapa-siapa disana. Ntar kalo disana asal main lari ke hutan, terus nyasar, terus diterkam sama harimau kelaparan, kan gue juga yang nyusul tuh orang utannya mati. Jadi gak bisa nyelamatin orang utannya deh. *alesaaaan*
Tapi serius deh, tolong lah. Rasain kalau jadi mereka tuh.
Tapi susah juga ya. Dimana-mana orang mata duitan semua sih. Apalagi yang bunuh orang utannya, mungkin orang-orang susah. Hmmm.
Masalah yang paling awal adalah, orang yang kejam itu adalah orang-orang yang berduit. Ya Tuhan, tolong sadarkan mereka kalau duit tuh BUKAN SEGALANYA!
Lo tau kan fungsi dan tujuan dibangunnya lahan kelapa sawit? Yap, tepat! Benar itu! Cuma mau cari duit sebanyak-banyaknya. Tapi lahan kelapa sawit itu jelas-jelas merusak alam!
Fine-fine aja kok kalau ada dibangunnya lahan kelapa sawit di Kalimantan. Tapi GAK USAH PAKE BANTAI ORANG UTAN SEGALA!
Dan denger-denger, Indonesia mau ngejar jadi negara dengan produksi kelapa sawit terbanyak di dunia. Asem gak tuh namanya?
Ngerti gak sih dampak negatif dari kelapa sawit tuh apa?! Ini gue jelasin sejelas-jelasnya!!

1.       Hilangnya keanekaragaman hayati. Berkurangnya hutan, alias tempat tinggal hewan-hewan menimbulkan berkurangnya jumlah keanekaragaman hayati di Indonesia.
2.       Pembukaan lahan sering kali dilakukan dengan cara tebang habis dan land clearing dengan cara pembakaran demi efesiensi biaya dan waktu. Kalau begini caranya, global warming akan semakin meluas!
3.       Kerakusan unsur hara dan air tanaman monokultur seperti sawit, dimana dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa menyerap 12 liter. Nah, ini tentu saja mengakibatkan negeri kita jadi banyak kekurangan air bersih karena diserap oleh kelapa sawit.
4.       Timbulnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh praktek konversi hutan alam untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit.

Nah, coba hitung kerugian yang didapatkan. Sebanding gak dengan duit yang didapat dari
kelapa sawit tuh?! JELAS NGGAK!
                Jadi tolong deh ya, buat elo-elo, yang udah baca artikel ini, supaya sadar dan mengerti alam. Mengerti perasaan hewan sebelum mereka dibantai, mengerti bagaimana perasaan tumbuhan saat mereka dibakar, dan mengerti rasanya jadi alam yang kian hari kian botak dan kian hari kian panas. 
          Sekian artikel gue tentang pembantaian orang utan. Gue pamit dulu, mau galau-ing tentang orang utan. Semoga setelah baca artikel ini lo sadar dan makin sayang sama alam. Selamat malam, hiks. 




FCK buat orang-orang yang ngebantai makhluk-makhluk imut ini 

Friday, 4 November 2011

Love is Everywhere, Bob Schneider



Soon Yi was a pilot in the nationally known
Amazing ladies of the outer ozone
She didn't have no kids she didn't have no time
She was a woman of her word, she was a fighter of crime
She looked good in a hat, she had a natural way
With tools and no car she went to UCLA

And everybody said she was as crazy as a loon
And she was a girl she'd spend every afternoon
Sitting in her backyard pretending to be
A fighter ace in the Japanese military
She liked to make up her mind, she kept her feet in the air
She wore her heart on her sleeve, cause she'd found it there

And it was all well and good until she met this young man
A young pilot named steve with a beautiful tan
He spoke english and french and swam like a swan
He had a mouth full of teeth and more style than C├ęzanne
He could talk to the bees, he could breathe in the air
He wore his heart on his sleeve, cause he'd found it there

And they'd sit in the trees and they'd talk thru the night
While the blind moon swam in the pale starry light
And they talked and they crowed and they told what they knew
It was better than beer, it was all strange and new
There was grass all around, there was black up above
It was more than hello, it was something like love

And I don't know why life, it seems to be
So hard for dreamers like you and me
When love is, love is, love is everywhere



* A story about Love.
it suck.
non sense, impossible.

Wednesday, 2 November 2011

Perfect Two, Auburn


You can be the peanut butter to my jelly
You can be the butterflies I feel in my belly
You can be the captain
And I can be your first mate
You can be the chills that I feel on our first date
You can be the hero
And I can be your sidekick
 You can be the tear that I cry if we ever split
You can be the rain from the cloud when it's stormin'
Or u can be the sun when it shines in the mornin'

  Don't know if I could ever be Without you
'Cause boy you complete me
And in time I know that we'll both see That we're all we need

Cause you're the apple to my pie
You're the straw to my berry
You're the smoke to my high
And you're the one I wanna marry

Cause you're the one for me (for me)
And I'm the one for you (for you)
You take the both of us (of us)
And we're the perfect two
We're the perfect two
We're the perfect two
Baby me and you
We're the perfect two


You can be the prince and I can be your princess
You can be the sweet tooth I can be the dentist
You can be the shoes and I can be the laces
You can be the heart that I spill on the pages
You can be the vodka and I can be the chaser
You can be the pencil and I can be the paper
You can be as cold as the winter weather
But I don't care as long as were together

  Don't know if I could ever be
Without you 'cause boy you complete me
And in time I know that we'll both see
That we're all we need

Cause you're the apple to my pie
You're the straw to my berry
You're the smoke to my high
And you're the one I wanna marry

Cause your the one for me (for me)
And I'm the one for you (for you)
You take the both of us (of us)
And we're the perfect two
We're the perfect two
We're the perfect two
Baby me and you
We're the perfect two

  You know that I'll never doubt ya
And you know that I think about ya
And you know I can't live without ya
I love the way that you smile
And maybe in just a while
I can see me walk down the aisle

Cause you're the apple to my pie
You're the straw to my berry
You're the smoke to my high
And you're the one I wanna marry
Cause your the one for me (for me)
And I'm the one for you (for u)
U take the both of us (of us)
And were the perfect two
Were the perfect two
Were the perfect two
Baby me and you
We're the perfect two(yeah, yeah)

Tuesday, 1 November 2011

Suicide Dialog~


Sumpah, dari judulnya ada udah nyeremin banget ya? Tapi tenang aja, maksudnya gak separah itu kok. Bukan yang bener-bener bikin orang bunuh diri kok. Cuma, yaaa, untuk menarik kalian baca post ini aja, jadi judulnya gue lebai-lebaiin. Hehe *ditimpuk batu* ampun ampuuun.


Nah, jadi guys, malam ini, gue lagi bete dan gak tau mau post apa di blog, tapi bawaannya pengen nulis aja. Setelah untuk beberapa gue ketawa-ketiwi sendirian, padahal lagi denger lagu galau, gue akhirnya nemu Ilham di depan rumah, lagi jalan mau ke mesjid. *apasih*. Dan dari Ilham inilah, akhirnya gue tau mau nulis apa di blog kesayangan gue ini. *ting* *ada gambar lampu*


Jadi, ini adalah beberapa percakapan gue dengan sahabat-sahabat gue. Sahabat yang paliiiiiiiiiiiiing gue sayaaaaaang di dunia. Tapi untuk menyampaikan percakapan apa yang ingin gue sampaikan, gue sensor dulu nama sahabat-sahabat gue itu. Takutnya entar dia malu. Ya, walaupun gue jahat, tapi gue gak mau lah mempermalukan sahabat gue sendiri. Di blog lagi. karena itu tentu saja bukan perbuatan yang manusiawi, yang berlandaskan pada Ketuhanan Yang Maha esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta mewujudkan seuatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia…*krik krik krik* Ehem, maaf, galau. *apasih?!*


Oke. Mula-mula, siapkan pisau, gunting, kapak, atau benda tajam lainnya. Barang kali elo emang mau mati beneran setelah baca dialog-dialog gue ini.


Here


We 


Go!


Pas ini lagi pelajaran bahasa Indonesia. Tapi guru gue lagi cerita panjang lebar tentang masa
 kecilnya. Dan gue pun teringat sesuatu apa yang gue lihat beberapa hari yang lalu.
Gue       : Eh, tau nggak, kamaren gue liat tetangga gue keluar dari mobil, kayaknya sih abis jalan-jalan. Tau gak dia pake baju apa?
Sensor  : Apa?
Gue       : Daster. Warna ijo, trus dia gak pake manset, tapi pake jilbab hitam ala anak gaul gitu. Yang lebih gaul lagi dia....pake... high heels!
Sensor  : Hah?
Gue       : Bayangin coba. Aneh banget kan? Lagian, darimana coba dia tuh?         
Sensor  : Ooh, abis dari senam gitu tak dia?
Gue       : *krik krik krik* APA?!
Oke. Mungkin lo kurang ngeh. Yang pengen gue jelasin : SEJAK KAPAN ORANG SENAM PAKE DASTER DAN HIGH HEELS?!


Lanjut. Dialog ini terjadi di pinggir lapangan sekolah gue, saat jam istirahat tiba dan gue sama temen gue (beda lagi sama yang diatas) lagi duduk sambil ngemil. Tiba-tiba gue iseng, dan pengen ngasih teka-teki ke temen gue ini.
Gue       : Eh, kenapa ayam jago gak punya tangan, hayoo?
Sensir    : hah? Punya kook. *muka tak bersalah*
Gue       : hah? *bingung* Punya? Mana ada!
Sensir    : Punya, bodoh! Yang untuk dia jalan kan tangan dia?
Gue       : *GUBRAK* *lupain aja kalau gue dibilang BODOH* ITU KAKINYA!
Sensir    : Itu tangan diaaa. Gimana sih?! *ngotot*
Gue       : *ngelus dada* Yang namanya tangan tuh kayak tangan kita gini bentuknya, tangan manusia gini, itu namanya tangan, tau?
Sensir    : Oooh, jadi sayap dia tuh bukan tangan?
Gue       : BUKAN! HADOOOOHH!!! *gue masih hidup, belum tewas*
Sensir    : Lagian, ngapain coba nanyain tangan ayam? Udah tau dia gak punya juga..
Gue       : Kan gue mau ngasih teka-teki tadi.. *ngepal kedua tangan kuat-kuat*
Sensir    : Nah, sekrang yang bodoh siapa coba? Tau ayam nggak punya tangan, pake ditanya-tanya lagi
Gue       : *lari ke Grand Canyon, terjun bebas*
Ini sama sekali percakapan yang bikin gue speechless untuk beberapa jam, dan sama sekali gak gue rekayasa. Kebayang nggak sih, ada aja gitu orang kayak gitu? Ampun. Sumpah, tobat deh gue. *nangis histeris*


Masih dengan orang yang sama, tapi beda latar. Pas ini, dia lagi ke rumah gue, dan kami lagi ngerjain tugas.
Sensir    : Ohya, ngomongin Australia, gue jadi ingat kemaren gue salah nebak Australia dimana pas telponan sama pacar gue.
Gue       : Australia? Masa gak tau?
Sensir    : Tau lah. Deket sama Bali kan?
Gue       : Gak deket sih, tapi lumayan lah. Deket sama Irian jaya. Kenapa?
Sensir    : Kemaren gue ngiranya Australia sebelah sananya Malaysia, agak keatas dikit sama Malaysia.
Gue       : *bingung* kan Bali deket sama pulau Jawa?
Sensir    : Iya, terus?
Gue       : Tadi lo bilang Australia deket Bali kan?
Sensir    : Iya, tapi aku yakinnya australia deket Malaysia.
Gue       : *TEWAS*
No comment. *garuk-garuk kepala* *nggak bisa ngomong* HARI GINI ANAK SMA KELAS DUA NGGAK TAU AUSTRALIA DIMANA?!!


Nah, kalau percakapan yang ini, bukan percakapan gue sama sahabat gue. Tapi percakapan guru bahasa Indonesia gue, sama temen gue, sebut saja dia Vega. Saat ini, kami lagi diskusi daging kurban tuh mau dimasak apa, soalnya entar makan bareng-bareng sekelas. Nah, satu kelas setuju kalau dimasak asam pedas.
Ibu         : vega, jadi karena mama kamu yang bersedia masak untuk kelas kita, ibu akan bantu-bantu biayanya.
Vega      : Oh, iya bu..
Ibu         : Jadi ya, kamu ambil aja duit kas ya, minta sama Tesa.
Vega      : Iya bu.. *nggak ngeh akan sesuatu*
Ibu         : Ambil 20.000 aja nanti ya, biar mama kamu nanti gak repot beli cabenya.
Vega      : Iya bu..
Oke. Mungkin gak lucu. Tapi sumpah, pas ini gue sama temen sebangku gue ngakak abis! Sadar
sesuatu gak? Oke, gue jelasin.
  1. 1.       Kata Guru gue, dia yang bakal bantuin biayanya mama Vega untuk masak asam pedas. Tapi akhirnya, eh, dia nyuruh Vega ambil duit kas. Jadi guru gue nih bantuin apaan coba?!
  2. 2.       Cabe itu mahal nggak sih? Gue kira juga bantuannya, ya kira-kira 100.000. Daging lembu kan kalau dimasak pedes untuk satu kelas pasti ngeluarin banyak duit kan? Eh nggak taunya… DUA PULUH RIBU! Itu mah ongkos pulang balik pasar doang! 
Saat ini gue sama temen gue ini lagi ngapal pelajaran sejarah karena kami mau ulangan.
Gue       : Jadi contohnya tuh ada menir, tugu batu, prasasti, dan candi.
Sensar  : Oh, contohnya *sambil mengitung pake jari* tugu batu, prasasti, candi, menir, trus?
Gue       : Ya itu, contohnya *sambil ngitung* tugu batu, candi, prasasti, menir.
Sensar  : Oh, ulang-ulang. *ngitung* tugu batu, candi, prasasti, menir. Trus?
Gue       : *bingung* *liat buku* Ya udah. Tugu batu, prasasti, candi, menir.
Sensar  : Iya, jadi kan ada prasasti, tugu batu, menir, candi, trus apalagi?? *ngotot*
Gue       : *liat buku lagi* prasasti, tugu batu, menir, candi. Udah.
Sensar : Prasasti, tugu batu, candi, menir. Terus??*nada ngotot*
Gue       : *liat buku* *baca berulang kali* Sabar. Kok kayaknya aneh ya?
Sensar : *ikut-ikutan liat buku* prasasti, candi, menir, tugu batu. Udah kan tuh? Emang apa lagi?
Gue       : KOK GUE YANG SALAH SIH?!
Ngucap… ngucap… coba hitung tuh gue udah berapa kali jelasin ke temen gue itu, dan udah berapa kali gue liat buku. Dan temen gue yang ITU, udah SALAH, NGOTOT LAGI!!


Nah, kalau percakapan ini tuh pas gue sama temen-temen gue ngobrolin tentang acara perpisahan kelas gue di Yasin, yaitu resort yang terletak di pantai di Pulau bintan.
Dede     : Iya, jadi di seberang Yasin kan ada pulau kecil, kami kesana deh. Untung nggak begitu jauh dan lautnya dangkal, jadi ya bisalah nyebrang ke sana. Pulaunya tuh kecil, cuma kayak gundukan pasir putih gitu, sama beberapa batu-batu besar. Cuma lumayan ngeri sih disana. Abis kesana sampe maghrib nih cowok2nya. 
Sensar  : Jadi kalian ke Pulau kecil itu naik motor gitu?
Dede     : Hah? *bingung* Yasin kan di pantai, Pulaunya kan diseberang pantai. Trus abis pantai kan laut. Baru ada pulaunya kecilnya.
Sensar  : Jadi kalian ke sana naik motor?
Senyap sekejap.
Gue       : SEJAK KAPAN LEWAT LAUT NAIK MOTOR??!!
Udah kelewat batas tuh gobloknya. Sumpah lah.


Kalau percakapan ini terjadi pas gue sama 2 temen gue di kelas. Pas itu tiba-tiba ada hujan.
Vega      : Gue paling suka hujan, karena kalau main PS di rumah liatnya jadi gak silau.
Sensor  : Ohh, gitu ya? Kalau gue gak suka main PS.
Gue       : Jadi? Gameboy?
Sensor  : Bukan, gue lebih suka main play station.
Gue dan Vega   :  hah?! *nganga* *mikir cukup lama* *lalu diam*
(Abaikan~)
Beberapa saat kemudian..
Vega      : Iya tau, girlband korea tuh cakep-cakep orangnya. Mulus-mulus. Gue suka banget sama SNSD.
Gue       : Iya, SNSD orangnya cantik-cantik. Suaranya juga lumayan. Tuh cowok-cowok di twitter paling senang sama SNSD.
Sensor  : kalau gue nggak suka sama SNSD. Gue lebih suka Girls Generation .
Gue dan Vega   : hah?! *diem lagi* *kali ini TEWAS*
(Abaikan~)


Saat percakapan ini terjadi, si pemeran utama alias Sensar, lagi makan sendirian. Lalu gue dan teman-teman gue ngelilingin dia. Anehnya, di sela-sela dia lagi makan, tiba-tiba dia ngambil jilbab trus dia pake tuh jilbab. Gue sama temen-temen gue bingung. Perasaan nggak ada jam agama deh, ngapain nih anak pake jilbab?
Ayu        : Lo ngapain pake jilbab?
Sensar  : Karena gue lagi makan.
Ayu        : *bingung* jadi lo make jilbab setiap lagi makan?
Sensar  : Ya nggak laaah.
Ayu        : Trus kenapa make jilbab?
Sensar  : Karena hidung gue gatal! *garuk-garuk hidung*
Sekali lagi, perhatikan baik-baik pertanyaan yang diberikan, dan jawabannya. Kalau dihubungkan, bakal jadi JILBAB > MAKAN > HIDUNG. WHAT THE… *speechless*.


Satu percakapan lagi dengan si Sensar. Tapi bukan sama gue, melainkan sama temen gue, namanya Diba. Ceritanya Diba ini lagi kekurangan orang untuk ikut camping PERSAMI.

Diba      : Woi, mmau ikut kemping gak lo?
Sensar   : Boleh-boleh. Tapi jangan lama-lama ya.
Diba      : *bingung dengan maksud jangan lama-lama* hah?
Sensar   : Soalnya aku les jam 2. Kempingnya sampai jam berapa?

Ini gue gak tahu dan sama sekali gak bisa analisa apa yang ada di pikiran Sensar. Mungkin otaknya lagi jalan-jalan keliling dunia,  lewat hutan Amazon, trus dilabrak sama  badak yang lagi pada berendam, trus lari karena takut dikejar gajah, terus mampir ke Samudra Hindia, trus kencan sama ikan hiu, eh tapi tiba-tiba pacar ikan hiu datang trus minta putus karena cemburu, trus si otak akhirnya jadi bahan pelampiasan kegalauan ikan hiu dan akhirnya mati ditelen sama ikan hiu itu *ngenes*. INI ORANG TAU GAK SIH KEMPING TUH APA?!!




*arahin ujung pistol ke kepala* .Nggak berani deh, belum kawin sih. Iman gue diuji ya, bener-bener diuji. BENER-BENER DIUJI!


Jadi sekian ya, cerita gue tentang sahabat-sahabat gue. Sampe sekarang, gue masih nanya-nanya, apa salah gue di masa lalu sampe dapet temen-temen yang kayak gitu. Dan masalahnya adalah, bukan satu orang aja. TAPI TIGA ORANG !!! TIGA WOI!!! TIGAAAA!!! TIDAAAAKK!!! Dan kayaknya bakal bertambah lagi populasi orang bolot di sekitar gue. T.T


Setelah ditelaah, sesuatu banget yaaa kalau lo jadi gue setiap ngomong sama tuh orang-orang bolot. Rasanya yaaa… gitu, pengen bunuh diri aja bawaannya. Haaaah. Kurang sabar apalagi coba gue punya sahabat-sahabat kayak gitu dan untungnya sampe sekarang gue masih hidup. Untung banget gue nggak punya penyakit jantung, struk, dan asma. Kalau engga, ngomong sama orang kayak MEREKA bisa ngilangin nyawa!


Oke Readers, udah malam nih, ikan-ikan udah pada bobo. Bobo gih kalian, nggak ngantuk apa? *hoaaam* see you! :*

EL O VI II














so, LOVE is ?